Kita semua sama..
....
Dimulai dari rasa yang lebih..
selalu merasakan yang mungkin orang lain jarang melakukannya..
Namun, hari demi hari semakin menyadari, bahwa itu bukan suatu kebanggaan..
cerita ini dimulai waktu gue main ke sebuah tempat kumuh di salah satu tempat dikabupaten Bandung.. dimana gue lihat secara langsung kehidupan disana..
awalnya gue merasakan, rasa takut yang luar biasa, harus lo tau guys,, tanpa kita sadari.. setiap sudut yang ada disana memandang kita dengan bengis.. bahkan melihat mereka pun ga berani.. tapi yaa.. mau gimana lagii,, gue mencoba memberanikan diri untuk masuk sedikit kedalam kehidupan mereka..
dan,, Heii.. (ga gue sangka) ini sangat mengasyikan.. seru.. penuh canda, tawa, tanpa beban dengan hidup mereka yang keras.. disini gue mengambil kesimpulan.. mereka seperti ini bukan keinginan mereka.. tapi KEADAAN yang memaksa mereka seperti ini.. dimana mereka menjadi jati diri yang keras..
inilah penggalan kisah hidup segerombolan pengamen dan para anak2 jalanan (maaf,pengemis) .. gabisa di tebak sampai mana ujungnya.. gue bertemu mereka di sebuah stasiun.. semua bersatu.. membaur.. bahkan seorang kakek tua renta pun masih dengan semangat menjajakan dagangannya.. ya.. dia menjual tisu dan kipas yang terbuat dari anyaman bambu.. miris hati gue liatnya.. dimana dalam fikiran gue, seorang kakek2 tua renta harusnya menikamti masa tuanya di ujung sisa umurnya.. tp masih dengan semangat berjualan, memenuhi kebutuhan hidup.. dan seperti yang gue bilang tadi, keadaan yang memaksa..
Dengan melihat langsung setidaknya, beberapa saja yang harus menjalani hidup seperti ini, gue merasakan hidup lebih dari cukup.. hidup dimana selalu merasakan kecukupan, setidaknya dibanding mereka,. apa pula yang harus lo ambil dari hidup ini? gue denger kalo kita hidup itu untuk sebuah kebahagiaan,, mencari kebahagiaan.. maka nikmatilah apa yang ada sekarang.. caranya dengan BERSYUKUR,,
A M 17 desember 2011

Komentar
Posting Komentar