Angin.
Dalam kesendirianku disudut kamar aku mengenang semua yang terjadi disini.
tak ada teman atau lawan. cuma angin yang berhembus pelan.
seperkian detik kenangan disana terlihat jelas dipelupuk mata.
aku hanya diam. kesal, marah, sedih dan segala rasa.
Hujan membasahi kaca jendela dalam ketikan kata demi kata yang ku tulis.
aku hanya melihat, begitu kecil tapi banyak rintikannya.
kekesalan memuncak ketika aku hanya menyadari
aku tak bisa apa-apa.
secangkir teh dalam satu teguk kenikmat mengobati sedikit kegelisahan hati
aku hanya bertanya,
apa aku pantas disini?
apa aku sanggup disini?
atau aku hanya terlalu amgkuh untuk mengakui keadaan yang sebenarnya?
sekejap saja panas telah kembali dari butiran air yang jatuh ke bumi.
aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa.
aku hanya ingin menunggu.
dan tak tau siapa yang akan ku tunggu.
semoga saja..
Anggie Merinda, 2015.

Komentar
Posting Komentar